31.8.15

Think Outside The Box




"Think outside the box 
forget about street magic.. its not "in" now everyone do it! 
forget about illusion thats easy to build! everyone do it! 
forget about classic magic! my grandpa do it! 
intinya apa? here: lets say u do interlude illusion and u do it very good!!! i mean very very good! but then again, everyone saw copperfield did that... on TV 10 years ago! in indonesian TV! now question... can u beat copperfield? if yes... do it, if not... u just remind ur audience that hey... remember when copperfield did this? i can do it also.... but not as good as him. 
my spoon bending never performed in indonesian TV before. yes its been in america's TV, israels, etc, but not indonesian. 
blidfold drive, headline prediction, walk on water, etc that i did is scattered in internet and international TV.. but not indonesia. yes i know chris angel already walk on water before i do... but most people here dont see chris do it. 
magic need to be "new" in the audience eyes... not in history tho, just in their eyes. why i do milk can escape yg umurnya dah tua bgt? why i dont do chinese water torture escape? 
cause most people saw copperfield did that! "
by corbuzier  Fri Aug 08, 2008 9:44 am



Quote diatas adalah copy/paste 1 dari 10 poin yang ditulis oleh Deddy Corbuzier di sebuah forum. Dan aku pikir poin adalah satu-satunya jawaban pada artikel sebelumnya (What (Who) Next ..???).

"magic need to be "new" in the audience eyes... not in history tho, just in their eyes." 

Just In Their Eyes...

Tapi masih adakah sesuatu yang baru di mata penonton sulap Indonesia?Bisakah pesulap memberikan sesuatu yang baru ??

Pertanyaan yang menurut pendapatku akan membutuhkan waktu yang sangat panjang untuk terjawab...
dan kali ini aku berharap :Aku Salah..!!!


28.8.15

What (Who) Next ..???








Panggung itu kini kosong..

Sejak pemunculannya di TV melalui acara Impresario 008, Deddy Corbuzier telah menjadi fenomena di dunia sulap Indonesia. Jalan panjang didunia sulap indonesia yang penuh trik dan intrik telah dilewatinya.

Pada 19 Juli 2015, Deddy Corbuzier membuat pernyataan tegas bahwa dia akan pensiun dari dunia sulap. Di Akun sosmed miliknya, Deddy Corbuzier menuliskan salah satu alasannya pensiun dari dunia sulap Indonesia adalah untuk memberikan kesempatan pada terjadinya REGENERASI di dunia sulap Indonesia.

Dan ini melahirkan tanya, 
Siapakah yang akan menggantikannya? 
Apakah yang bisa menggantikannya?

Sepertinya tidak akan ada yang bakal bisa menggantikan "Raja" yang sudah lama bertahta. Seperti yang kita ketahui diawal karirnya Corbuzier dengan hanya membengkokan sebuah sendok dia berhasil mencuri perhatian publik, kemudian dilanjutkan dengan aksi fenomenalnya "Prediksi Headline" surat kabar terkemuka yang hingga saat ini menjadi buah bibir di masyarakat. 

Menurut pemikiranku, tahta yang kosong itu hanya bisa di isi oleh seseorang yang bisa mencuri perhatian publik, seseorang yang melakukan sesuatu yang belum pernah ada, sesuatu yang akan menjadi ingatan publik, dan sepertinya tidak akan ada yang bisa melakukan sebuah aksi yang fenomenal yang bisa menarik perhatian publik.

24 Agustus 2015 kemarin (kabarnya) adalah penampilan terakhir dari Sang Raja.

Panggung itu kini kosong,
Panggung itu menanti regenerasi...


What (Who) Next..???





16.7.15

Season Finale





Pesulap bisa menjadi kritikus terhebat kalau berbicara mengenai pertunjukan sulap pesulap lain, itu baru pesulap, bisa bayangkan bagaimana kalau yang menjadi kritikus adalah seorang konsultan sulap yang hebat seperti PDJYICMBTN.

Bila sulap dipandang sebagai sebuah seni, maka pesulap adalah seniman. Seniman sulap memandang dengan sulap dan dengan sulap menciptakan sesuatu yang mengekspresikan emosinya. Seniman sulap mengerti dan memahami apa artinya jika sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Dan dia akan menemukan jalan untuk membagi arti itu ke penontonnya sehingga penontonnya juga akan merasakan apa yang dirasakan oleh oleh seniman sulap itu.

Bergumul didunia sulap selama 31 tahun, dimana koin, telur, bola, kertas, tutup botol, pulpen, rokok, dll selalu berakhir di palming atau finger clip, telah membawa PDJYICMBTN pada titik  PDJYICMBTN tidak bisa tertipu lagi dengan trik apapun, PDJYICMBTN tahu apa dan bagaimana trik bekerja.

Ketika sulap sudah kehilangan magic-nya, ketika pesulap dan penonton adalah dua subjek yang tidak terkoneksi, ketika sulap di pakai sebagai ajang show off, ketika sulap bukan lagi menjadi jalan untuk membagi arti, sakitnya tuh disini.

Blog ini di buat untuk mengembalikan sulap ke jalan yang benar, untuk mengingatkan pesulap serbuk ajaib masih ada, untuk mengingatkan pesulap abracadara adalah mantera ajaib, untuk mengingatkan pesulap tongkat sulap adalah lambang kekuatan sulap.

Blog ini tidak bermaksud memancing adu argumentasi, I do what I write, I write what I do, kalau setuju, kerjakan, kalau tidak setuju ya jangan baca. Gitu aja!


Dan artikel ini mengakhiri season kedua.












14.7.15

Komisi Penyiaran Indonesia








Ada yang tau kartun serial diatas?
Ya.. yang diatas adalah kartun serial yang dilarang tayang oleh KPI.

Alasan pelarangannya adalah:
Tayangan tersebut penuh dengan muatan-muatan yang berdampak buruk bagi perkembangan fisik dan mental anak
Hal ini tentu saja akan mendorong daya imitasi yang berpengaruh terhadap sikap, pola pikir dan kepribadian anak Indonesia
  •  SIARAN PERS, NO. 2208/K/KPI/09/14, BAHAYANYA TAYANGAN ANAK & KARTUN. Diterbitkan pada Senin, 22 September 2014 16:30.


WADDAFUK .....!!!!!
WADDAFUUUUK .....!!!!!
WADDAFUUUUUUUK .....!!!!!


Atas dasar apa orang-orang di KPI itu melakukan pelarangan ini?

Pandangan dari para pakar dan pemerhati anak yang memiliki kompetensi dalam bidangnya, yaitu
  • Seto Mulyadi (Komnas Anak),
  • B. Guntarto (YPMA),
  • Elly Risman (Yayasan Kita dan Buah Hati),
  • Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI),
  • perwakilan Deputi Perlindungan Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
  • perwakilan dari KOWANI dan Muslimat.
Para pakar dan pemerhati anak sepakat bahwa tayangan anak dan kartun di Indonesia telah melampaui batas-batas kewajaran. Kami sangat prihatin atas maraknya muatan-muatan kekerasan dan berbahaya dalam tayangan anak dan kartun, mengingat anak-anak belum memiliki daya filter yang baik terhadap apa yang dilihat dan didengarnya dari televisi.
YA SAUDARAH-SAUDARAH.... ATAS DASAR PANDANGAN.....!!!!

ATAS DASAR PANDANGAN.....!!!!

WADDAFUK .....!!!!!
WADDAFUUUUK .....!!!!!
WADDAFUUUUUUUK .....!!!!!


Tidakkah orang-orang di KPI ini sadar bahwa mereka yang memberi pandangan itu adalah mereka yang di masa anak-anaknya hidup dengan Tom & Jerry? Bahkan termasuk orang-orang di KPI itu sendiri.
Kalau mereka punya pandangan bahwa tayangan Tom & Jerry berdampak buruk, berarti mereka dan jutaan anak-anak lainnya yang terlebih dahulu terkena dampaknya.

Pertanyaannya:
Apakah perkembangan fisik dan mental mereka terganggu?
Apakah mereka cenderung berperilaku seperti Tom & Jerry? 

Bila jawabannya IYA, pantaskah mereka bekerja di Komnas Anak, KPAI, KPI, dsb?
Bila jawabannya TIDAK, kenapa mereka punya pandangan seperti itu..??


WADDAFUK .....!!!!!
WADDAFUUUUK .....!!!!!
WADDAFUUUUUUUK .....!!!!!

Apakah masyarakat Indonesia sekarang ini sudah begitu goblognya hingga perkembangan fisik dan mental anak-anaknya bisa dirusak oleh serial kartun..????!!!!

"WWHHOOO... Stop dulu... Ini kenapa jadi ngomongin KPI, mana udah cerita basi lagi...."

Oke.. begini ceritanya...

Sering lihat tulisan seperti ini di TV?

"ADEGAN BERBAHAYA, JANGAN DITIRU"
"JANGAN DITIRU, HANYA DILAKUKAN OLEH PROFESIONAL"
"MEMBUTUHKAN KEAHLIAN KHUSUS JANGAN DITIRU"

Kalau sering, pada waktu apa anda sering melihat tulisan diatas..?

Yupp.. Pada saat menonton tayangan SULAP..!!!!

Ternyata sulap juga berbahaya terhadap perkembangan fisik dan mental anak Indonesia !!!!!!
(ya iyalah... Khrisna yang di anggap Dewa oleh sebuah agama aja bisa ngerusak, apalagi cuma pesulap)




Mereka *uhuk.KPI.uhuk* berpandangan bahwa anak-anak Indonesia itu cenderung meniru apapun yang dilakukan oleh pesulap di TV, sehingga atraksi apapun yang dilakukan oleh pesulap tidak boleh mempertunjukan sesuatu yang berbahaya bila ditiru oleh anak-anak, karena walaupun sudah ada tulisan "JANGAN DITIRU, HANYA DILAKUKAN OLEH PROFESIONAL", anak-anak akan tetap menirunya.

Jadi kalimat "ADEGAN BERBAHAYA, JANGAN DITIRU" "JANGAN DITIRU, HANYA DILAKUKAN OLEH PROFESIONAL" "MEMBUTUHKAN KEAHLIAN KHUSUS JANGAN DITIRU" ditujukan buat siapa?

Pesulap sebagai profesi kedua tertua didunia, saat ini telah dianggap sebagai perusak perkembangan fisik dan mental anak-anak Indonesia *sekali lagi* ANAK-ANAK INDONESIA...!!

WADDAFUK .....!!!!!
WADDAFUUUUK .....!!!!!
WADDAFUUUUUUUK .....!!!!!

Ini pandanganku.

"Bagaimana cara seorang anak meniru apa yang dilihatnya di TV?

Kita ambil contoh seorang pesulap sedang memainkan rutin "Razor Blade" di TV. Muncul tulisan : 
"JANGAN DITIRU, HANYA DILAKUKAN OLEH PROFESIONAL 
Pesulap itu memasukan pisau silet ke dalam mulutnya, kemudian menelannya, setelah itu pesulap mengeluarkan kembali silet itu. Pastinya bila rutin ini ditayangkan, TV penayangnya akan langsung mendapat surat teguran seperti diatas.

Pertama kita bahas Siletnya, Silahkan tunjuk tangan siapa yang dirumahnya saat ini ada pisau silet?
aku yakin tidak ada yang tunjuk tangan. So, jangankan anak-anak, anda saja mau meniru mikir dulu, kemana cari siletnya..

Oke, si anak udah kepingin betul menirunya dan dia mencarinya di luar rumah, kemana dia akan pergi? ke warung?, minimart? silahkan anda coba cari di warung di dekat anda, ada atau tidak? aku kembali yakin anda tidak bakal menemukannya.

Begitu susahnya mencari silet saat ini, jadi bagaimana anak-anak bisa meniru aksi pesulap yang dilihatnya?

contoh lain seorang pesulap sedang memainkan rutin "Fire Eating" di TV. Muncul tulisan : 
"JANGAN DITIRU, HANYA DILAKUKAN OLEH PROFESIONAL 
Pesulap itu memasukan obor ke dalam mulutnya, kemudian menelannya, setelah itu pesulap mengeluarkan obor yang padam. Pastinya bila atraksi ini ditayangkan, TV penayangnya akan langsung mendapat surat teguran seperti diatas.
Apa yang dibutuhkan untuk melakukan aksi ini?
Korek, bahan bakar, dan obor, dimana anak-anak bisa mendapatkan bahan-bahan ini? 
Katakanlah mereka bisa mendapatkannya, kemudian si anak pergi ke halaman belakang, dia menyalakan obornya, kemudian didekatkan kemulutnya, kemudian dia merasa panas, kemudian obornya dibuang. Dan dia tidak akan pernah mencobanya lagi.

"oke setuju, tapi itukan contohnya yang ga ada, kalau benda-bendanya ada gimana?"

Jawabannya hanya satu:

"DIMANA ORANG TUANYAA...??!!??!??!?!?!?!?!?"

Sudah menjadi kewajiban orangtua untuk mengajarkan anak-anaknya apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh si anak ketika menyaksikan atraksi sulap. Kalau orang tua tidak memberitahukan hal ini ke anaknya, kemudian si anak meniru atraksi yang dilihatnya dan si anak mendapat celaka, maka ini bukan kesalahan si pesulap, ITU ADALAH KESALAHAN ORANGTUA MEREKA.

Anak-anak sekarang sudah pintar, dan malah terkadang lebih pintar dari orang tua mereka, tidak ada anak yang begitu goblognya meniru begitu saja sesuatu yang dilihatnya di TV, dan kalau ada berarti orangtua mereka yang tidak menjalankan tugas sebagai orangtua dengan benar.

Anak-anak bisa meniru sesuatu yang berbahaya karena orangtua si anak menyerahkan keselamatan anaknya pada KPI dan segala macam organisasi NGEHE diatas.


Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Do Your Act, Do It Well, Be Entertaining, Fuck KPI"





13.7.15

The Problem With Magic Part 2

Dengan menghubungkan titik demi titik akan didapatkan sebuah gambar.

Kita manusia pada dasarnya adalah makhluk yang selalu berusaha memecahkan masalah dan ini sudah ada di dalam darah kita. Ini berlaku juga pada penonton sulap. "Tidak ada yang namanya magic. Tidak mungkin dari dalam topi kosong keluar kelinci. (Magic VS Mentalism S02E01). Tapi aku melihat  seekor kelinci keluar dari dalam topi kosong, bagaimana bisa?"


Ketika penonton melihat pesulap mengeluarkan kelinci dari sebuah topi kosong, setelah magic moment selesai, hal selanjutnya yang dilakukan penonton adalah merekap semua yang dilihatnya, menelaah kembali semua proses yang terjadi. Hal ini dilakukan hanya karena satu pikiran "Tidak ada yang namanya magic" karena yang dilihatnya adalah sesuatu yang tidak mungkin, maka penonton akan mencoba mencari solusi bagaimana kelinci itu bisa berada didalam topi yang sebelumnya terlihat kosong.

Penonton menghubungkan titik demi titik didalam kepalanya dan sebuah gambar akan menjadi jelas di benaknya dan berakhir pada kesimpulan: "TIPU..!!"

Seorang pesulap memunculkan kartu-kartu, memunculkan bola, memunculkan burung dari tangan kosong;

"Hhmmm.. Tadi ada momen aku tidak bisa melihat tangan kanan, dan sekarang dari tangan kanan muncul kartu, pasti tadi waktu tangan kanan tidak terlihat, disitulah si pesulap ini mengambil kartu itu; TIPU..!!"

"Hhhmm... Tadi aku melihat tangan kirinya terlihat aneh, dan sekarang dari tangan itu muncul bola, pasti dari tadi tangan kiri itu memegang bola itu; TIPU..!"

dst..

dst..

dst..


So apa yang bisa dilakukan?
Jawabannya simpel sekaligus menjadi......



Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Jangan memberi titik-titik kepada penontonmu"





12.7.15

The Problem With Magic Part 1











Hubungkan titik-titik diatas hingga menjadi sebuah gambar, gambar apakah itu? 

Buat anak seumuran 10 tahun kebawah, permainan ini sangat mengasikan. Mereka akan menghubungkan titik-titik itu untuk mengetahui gambar apa yang akan terbentuk. Tapi buat anda pembaca artikel ini, masih perlukah anda menghubungkan titik-titik itu untuk mengetahui apa gambar diatas? Pasti tidak.

Tidakkah anda bertanya kenapa anda bisa melakukannya, sedangkan anak kecil tidak?


Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Kau Pikir Penontonmu Bodoh"




11.7.15

Saya Dokter Jonas






"Apalah arti sebuah nama?"kata Shakespeare 





Dokter Jonas, apa yang terlintas di pikiran anda mendengar nama ini?
Kalau belum pernah dengar, ya ga ada. Tapi buat yang sudah pernah dengar pasti banyak yang terlintas.

Setiap kali anda mendengar nama Jonas, ingatan anda langsung mengarah ke Dokter Jonas. "Dokter Jonas" sudah menjadi satu kata yang tidak terpisahkan. 

Benar ??

Sekarang kita coba dengan nama berikut.

  • Copperfield
  • Blaine
  • Teller


Apa yang terlintas? Yang terlintas adalah:

  • David
  • David
  • Penn

Benar ??

David Copperfield terlahir dengan nama David Seth Kotkin.
David Blaine terlahir dengan nama David Blaine.
Penn & Teller terlahir dengan nama Penn Fraser Jillette dan Raymond Joseph Teller.

Dari beberapa nama diatas kita bisa lihat ada yang tetap memakai utuh nama aslinya, atau membuang sebagian nama aslinya, atau  nama asli dengan penambahan nama baru. 

Memiliki nama panggung (stage name) bisa diibaratkan dengan pisau, pisau memiliki sisi tumpul dan sisi tajam, begitu juga dengan nama panggung, kesan pertama yang diterima penonton anda adalah dari persona anda ketika di panggung, pemilihan nama yang tepat bisa menajamkan sosok anda tapi pemilihan nama yang salah misalnya, terlalu normal, malah akan menumpulkan persona anda.

Apapun cara dalam memilih nama panggung, sebaiknya pertama kali  didasari oleh karakter kita, karena dengan begitu nama panggung ini akan mencerminkan siapa kita dan bagaimana penonton kita harus menerima kita.

Dengan mengenali diri sendiri atau karakter yang kita sebagai performer, maka ide dalam pemilihan nama panggung bisa muncul dari mana saja.

Ada banyak cara dalam pemilihan nama panggung. Di Dokter Jonas terdapat 2 kata, Dokter dan Jonas, Nama asli Dokter Jonas adalah Jonas Ardianta, Dokter adalah gelar. Ehrich Weiss adalah nama asli Houdini, karena Ehrich Weiss ngefans dengan Robert Houdin, maka dia merubah namanya menjadi Houdini. (penambahan huruf "i" dikarenakan Ehrich Weiss mengira "i" itu artinya "seperti"). Copperfield adalah nama yang sudah dikenal di amerika, David Blaine beruntung memiliki nama yang tidak umum, begitu juga dengan Penn & Teller. 

Inspirasi bisa datang darimana saja, kalau anda memilih nama panggung yang unik, usahakan agar nama itu mudah di ingat. Copperfield, Blaine, Corbuzier, Penn & Teller, semuanya memiliki nama depan, tapi nama belakangnyalah yang menjual. 

"Apalah arti sebuah nama?" kata Shakespeare. 
"Apakah Mawar kehilangan keharumannya kalau namanya diganti menjadi Tai?" Kata Dokter Jonas.






 Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Nama panggung hanya tinggal nama panggung, kalau anda tidak tidak bisa mengharumkannya".





9.7.15

Magic VS Mentalism Finale





*Foto ini adalah jawaban untuk kata-kata kunci hari ini




Sebelumnya kita sudah sedikit membahas apa yang membedakan  Magic dan Mentalism, selanjutnya memunculkan pertanyaan 
Kenapa harus dibedakan? 
Apakah mentalisme bukan bagian dari sulap? 
Apa hasilnya membedakan sulap dan mentalisme?

Mari kita analogikan dengan musik (I really hate to do this!)

Biola dan gitar adalah instrumen musik artinya kedua instrumen ini berhubungan. Biola dan gitar adalah instrumen musik bersenar yaitu suara yang dikeluarkan bersumber dari senar , tapi kedua instrumen ini berbeda satu dengan lainnya. Biola mengeluarkan suara dengan cara digesek sedangkan gitar mengeluarkan suara dengan dipetik. (jangan ngeyel bilang biola juga bisa di petik!)
Biola dan gitar memiliki karakteristik masing-masing tapi tidak ada yang superior satu sama lainnya.

Begitu juga dengan sulap dan mentalisme, meskipun metode (senar) dan efek yang ditampilkan (suara) sama tapi pembedanya adalah pada cara membawakannya atau presentasi (petik atau gesek). Sulap dan mentalisme memiliki karakteristik masing-masing dan tidak ada yang superior satu dengan lainnya.

Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan sulap dan mentalis memperlihatkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin tapi mentalisme juga memberikan sesuatu yang dibutuhkan, diinginkan oleh penonoton dan menyentuh emosi penonton, tapi bukankah pesulap juga banyak yang memainkan rutin dengan thema mental? Bukankah David Copperfield pada permainan Graffiti Wall memperlihatkan kemampuannya dalam memprediksi sesuatu yang akan terjadi? Apakah ini bukan mentalisme?

Itulah alasan mengapa sulap dan mentalisme harus dibedakan. Dengan pembedaan ini akan merubah mindset dari pelaku ketika merancang rutinnya.

Kalau yang ingin ditampilkan adalah mentalism maka penampilnya haruslah seorang mentalis, kalau yang ditampilkan adalah sulap mental maka penampilnya adalah pesulap. Karena sehebat apapun seorang pesulap ketika menampilkan efek mental penerimaan penonton akan tetap sebagai sulap mental dan bukan mentalisme.

"Kenapa sih setiap PDJYICMBTN  selesai menjelaskan malah berujung menimbulkan pertanyaan baru..??"

"Apa pertanyaan barunya?"

"Apa bedanya pesulap dan mentalis?? Pasti jawabannya to be continued..."

"Ya ga to be continued dong,  Ga baca judul artikel ini...? it's FINALE..!! Jawabannya ada di bawah.."






Kata Kata Kunci Hari Ini:
TTCIM, Vol IV
The Tarbell Course in Magic, Volume IV.



8.7.15

Magic VS Mentalism S02E03








Bagaimana?
Apakah sudah setuju dengan pendapatku sehubungan dengan video yang ada di artikel Magic VS Mentalism S02E02 ?

Membuka Facebook, Path, Instagram, Messaging, Browsing, sharing foto adalah kegiatan sehari-hari pengguna smartphone, tapi iPhone menunjukan kepada kita sesuatu yang lebih, sesuatu yang lebih bermakna. 
Pernahkah terpikir oleh kita si bisu bisa berkomunikasi lewat handphone?
Pernahkah terpikir oleh kita si buta bisa berkomunikasi lewat SMS?
Pernahkah terpikir oleh kita si jauh bisa berkomunikasi seakan-akan dekat?
Ketika kita menyaksikan cuplikan-cuplikan iklan iPhone, kita memposisikan diri sebagai si bisu, si buta, dan si jauh, sehingga pesan yang disampaikan dengan cepat akan terserap. Dan ini yang menyentuh emosi kita dan memberi inspirasi, dan akhirnya menimbulkan keinginan untuk memiliki iPhone, karena iPhone telah memberi arti pada hidup seseorang dan mungkin saja masih banyak yang bisa kita lakukan dengan iPhone tersebut. Bandingkan dengan Samsung yang hanya menunjukan kelebihan smartphone-nya tapi semua kelebihan itu hanya berguna untuk membuat orang lain kagum dengan kata lain show off. Apakah ini menyentuh emosi kita? I don't think so.




"PLIIIISSSSSSSSS DEHHHHH.....!!!!!! SULAPNYA MANAAAAAAAA!!!!!!"


Okeeeeee kembali ke sulap..

Pada artikel pertama Magic VS Mentalism S02E01 diberikan contoh seorang pesulap mengeluarkan kelinci dari dalam topi yang kosong. Mungkin yang dilihat oleh penonton adalah pesulap itu sedang mempertunjukan suatu kekuatan supranatural, kekuatan yang bisa menyebabkan sesuatu dari tiada menjadi ada. Contoh kedua adalah seorang mentalis sedang memprediksi sesuatu yang akan terjadi, dan prediksinya benar. Mungkin yang dilihat oleh penonton adalah mentalis itu sedang mempertunjukan suatu kekuatan supranatural, kekuatan untuk mengetahui apa yang akan terjadi.

Pertanyaannya, manakah dari kedua trik itu yang menyentuh emosi anda?

Seperti halnya dengan contoh smartphone diatas, Di benak penonton, dia akan menghitung segala keuntungan yang akan dia peroleh jika dia memiliki kemampuan untuk bisa melihat apa yang akan terjadi. Dibandingkan ketika penonton melihat seekor kelinci keluar dari topi kosong, sebuah kemampuan yang mungkin menjadi prioritas terakhir dalam hidupnya.

Sulap dan mentalisme sama-sama memperlihatkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, tapi mentalisme juga memberikan sesuatu yang dibutuhkan, diinginkan oleh penontonnya. Dan itulah yang menyentuh emosi penontonnya.

Karena pada dasarnya efek dari mentalisme adalah sesuatu yang dibutuhkan, mentalisme (bila disajikan dengan baik) akan selalu berhasil menggugah keinginan penonton, menyentuh emosi penonton. Tapi tidak banyak yang mengetahui hal ini, sehingga pada akhirnya ketika yang ingin di tampilkan adalah mentalism malah hanya berakhir pada mental magic.





 To be continued..


Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Emotion is the secret language of the brain… yang diatas itu foto siapa? "



7.7.15

Magic VS Mentalism S02E02




Pembahasan di post Magic VS Mentalism S02E01 ternyata mengundang banyak pertanyaan. 
Ternyata masih banyak yang belum mengerti dimana perbedaan Sulap dan Mentalisme.

Sebelum dilanjutkan, alangkah baiknya anda menonton video berikut ini.




(kalo tidak bisa melihat videonya klik disini)


Video diatas adalah cuplikan-cuplikan dari iklan dua Smartphone yang selalu bersaing di pasaran, iPhone dan Samsung.

Dibagian pertama adalah cuplikan-cuplikan dari iklan iPhone,

  1. Cuplikan pertama, seorang wanita sedang membaca, dan kita tahu wanita ini tidak bisa melihat alias buta, kemudian kita melihat ada SMS masuk dan dengan pintarnya iPhone membacakan SMS tersebut, dan wanita buta ini membalas SMS tersebut. 
  2. Cuplikan kedua, kita menyaksikan seorang istri yang sedang hamil sedang melakukan video call dengan suaminya yang berada jauh darinya karena sedang menjalankan tugas militer, dan kita bisa melihat wajah bahagia dari sang suami.
  3. Cuplikan ketiga, masih tentang sepasang kekasih yang sedang melakukan video call, dan kita lihat mereka menggunakan bahasa isyarat dalam berkomunikasi, ntah si cowo yang bisu, ntah si cewe, atau mungkin kedua orang ini bisu. tapi yang jelas mereka mengakhiri percakapan mereka dengan raut wajah bahagia.


Dibagian kedua adalah cuplikan-cuplikan dari iklan Samsung

  1. Cuplikan pertama, seorang pemuda menerima panggilan di handphone-nya, sementara kedua tangannya belepotan makanan, tapi ini tidak menghalangi si pemuda untuk menjawab panggilan tersebut, hanya dengan melambaikan tangannya di atas handphone itu, dia sudah bisa menjawab panggilan tersebut, dan ini membuat orang disekitarnya kagum. 
  2. Cuplikan kedua, seorang wanita sedang mengambil foto, setelah selesai si wanita bertanya ke temannya, apakah temannya mau foto yang baru di ambil itu. Hanya dengan mendekatkan kedua handphone mereka, secara otomatis foto itu sudah terkirim ke handphone teman si wanita itu, dan ini membuat orang disekitarnya kagum. 
  3. Cuplikan ketika, diperlihatkan kekaguman seorang wanita pada hasil foto yang terdapat di handphone-nya, karena handphone tersebut mampu menampilkan beberapa sekuens dalam satu frame.


Sekilas, dari kedua iklan diatas sudah jelas pemenangnya adalah Samsung, karena kita tahu dengan Samsung kita juga dapat melakukan apa yang dilakukan oleh pengguna iPhone, sedangkan pengguna iPhone tidak bisa melakukan apa yang bisa dilakukan oleh pengguna Samsung. 
Tapi kalau mau jujur, setelah melihat iklan ini tidak bakal ada yang memilih untuk membeli Samsung. 
Setuju...???


Setuju atau tidak, ini penjelasannya kenapa kesimpulanku begitu.

Sewaktu melihat iklan iPhone.
Tidakkah emosi anda tergugah ketika melihat orang buta bisa SMS?
Tidakkah emosi anda tergugah ketika melihat orang bisu bisa berkomuniksi lewat handphone?
Tidakkah emosi anda tergugah ketika melihat seorang suami masih bisa melihat perkembangan jabang bayinya secara langsung meskipun dia jauh?
Sempatkah terlintas kalimat, "So Sweet....." atau sejenisnya di benak anda?

Sewaktu melihat iklan Samsung.
Tergugahkah emosi anda ketika melihat percakapan di handphone di dengar banyak orang?
Tergugahkah emosi anda ketika melihat share foto hanya dengan menempelkan dua handphone? 
Tergugahkah emosi anda ketika melihat hasil foto dengan banyak sekuens dalam satu frame? 


Terserah mau setuju atau tidak dengan pendapatku diatas, mungkin saja pendapatku ini bias karena aku adalah pengguna iPhone, tapi yang jelas kalau tidak setuju, berarti anda tidak punya empati.


"OKEEEEEEHH.....!!!!! Terus hubungannya dengan Sulap dan Mentalisme apaaaaaaahhh....?????"















To be continued....



Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Kenapa pake iPhone sedangkan banyak smartphone lain yang lebih keren fiturnya?" tanya mereka.
"Karena iPhone mahal" Jawabku.














5.7.15

Kecoa


Salah satu sifatku adalah, bila sudah tidak suka dengan seseorang atau sesuatu, aku pasti ga mau bertemu. Contohnya dengan kecoa. Jujur saja, aku ga suka sama kecoa, dan sepertinya kecoa ga tau kalo aku ga suka dia, terbukti dengan walaupun aku sering menghindar bila bertemu, tapi dia selalu datang menghampiri diriku.

Mungkin yang membaca kalimat di atas langsung tertawa, dan langsung berpikir 'PDJYICMBTN takut Kecoa??!!". Sekali lagi aku tekankan, aku itu tidak suka kecoa, bukan takut..!!

Mengakui kekurangan atau kelemahan adalah hal tersulit yang manusia kerjakan, dan yang jauh lebih sulit lagi adalah jujur pada diri sendiri.

Mungkin banyak diantara kita yang punya cita-cita untuk menjadi pesulap besar, pesulap papan atas, Pesulap TV yang terkenal, dan pesulap ........(isi sendiri) lainnya. Banyak yang melakukan segala daya dan upaya untuk mencapainya dan ada juga yang tidak berupaya sama sekali.

Yang menjadi masalah adalah, KAU itu tidak ditakdirkan untuk menjadi pesulap besar sama sekali, jangankan menjadi pesulap besar, menjadi pesulap biasa-biasa aja ga pantas. Kau itu ditakdirkan untuk menjadi pelawak, penyanyi, orang kantoran, atau apapun itu selain pesulap. Pertanyaannya, "Bagaimana aku tau takdirku bukan jadi pesulap besar?"

Jancuknya, jawaban untuk pertanyaan ini adalah " TIDAK TAHU..!" 

Yang bisa kita lakukan adalah jujur pada diri sendiri, lihat apa kekuatan kita, sadari kelemahan kita.
Mungkin dengan jujur pada diri sendiri, kita akan mendapat pencerahan.
Mungkin dengan jujur pada diri sendiri, pesulap-pesulap tangguh akan semakin berkurang.
Mungkin dengan jujur pada diri sendiri, kau akan sadar takdirmu adalah
untuk menjadi konsultan sulap terbaik.





Kata-Kata Kunci Hari Ini:

"Salah Melangkah, Sesal Kemudian..." Ucap Seorang Narapidana





4.7.15

SEMPLENG !






Tranksrip adegan ketika seorang pesulap tangguh bermain sulap.
Biru = Pesulap
Orange = Penonton

Setelah berbasa-basi.

Yak kali ini kita main sulap, tapi main sulapnya berhubungan dengan koin

(Pesulap menunjukan 3 buah koin di tangan kiri)
Nnaahh ni, disini gw punya koin seribu sama koin berapa nii? *500, 500 
Yaaa.. kalo dijumlahin jadi berapa nih? *2000
Kalo satu diilangin jadi?
(penonton yang diajak ngomong terlihat bingung)
Waahh ribet dia ya….
Saya main sama yang ini deh, siapa namanya tadi? *sinta
Sebelumnya kita sudah pernah kenal? *belum
Tadi doang ya pas pas salaman pertama.. *iya
Nnaahh gini…. tugas Sinta gampang niih..
Tanda tangan di koin seribuan
….
(koin ditanda tangani oleh Sinta)
…..
Oke udah tanda tangan yaa….
Sekarang kalo misalnya koin seribunya kita taruh sini (koin ditaruh di telapak tangan kiri)  jumlahnya jadi? *2000
Mungkin ga koinnya ilang? *ga
Liat ni ilang… (satu koin 500 ditutup dengan tangan kanan)…. ilang kan 500nya? *jjjaaahhhh…
Heheheheheh… ga.. jadi sulapnya bukan itu… jadi sulapnya gini…
500nya kita tumpuk disini, 500nya kita ambil.. (satu koin 500 diambil dengan tangan kanan)
Liat yaa.. kita tumpuk (tangan kiri di kepal) jadi disini adanya? *1500
(kepalan tangan kiri diputar menghadap ke bawah).. 
Sekarang 500nya kita masukin kedalam..yaa……
…..
(koin 500 ditangan kanan dimasukan kedalam kepalan tangan kiri)
…..
Nah sekarang… kalo misalnya kita giniin (terlihat seolah-olah pesulap mengambil koin di tangan kiri dengan diam-diam, kemudian kedua tangan di kepal) 
…. 
Disini hilang duitnya niii…(sambil menunjuk ke tangan kiri)  tinggal ? *…. …. (penonton tidak menjawab)
500, kalo tinggal 500 berarti? *…. ….(penonton tidak menjawab)
1500nya ilang (kepalan tangan kiri dibuka, terlihat satu koin 500) *Wah
Keren ga? *keren (penonton bertepuk tangan)
1500nya sebenarnya ada disini…(menunjukan kepalan tangan kanan) *jjahhhh
Coba liat kesini… (kepalan tangan kanan dibuka, dan kosong) *trus mana koinnya??
Sebenarnya koin nya ada disini… (setelah melakukan gerakan seolah-olah mengambil koin dari udara, koin 500 dimunculkan dari bawah armband di lengan kanan pesulap) *wwiissh… (penonton bertepuk tangan)
Nah sekarang tinggal 1000annya ? coba buka restleting… *hahahaha (penonton tertawa)
Ga..1000annya kira-kira ada dimana ya..??
Tadi yang tanda tangan siapa? *sinta
Sekarang.. sinta kalau misalnya disuruh milih…  tangan kanan atau tangan kiri? *kanan
Tangan kanan ? *iya
Coba... di saku kanannya ada apa? *iihhhh …!! (Sinta kaget, kemudian Sinta mengeluarkan koin dari saku celananya)

Dan semua penonton berTEPUK TANGANNNNNN….

WHAT THE FUCK...!!!!!

Dan ini komentar dari pengamat sulap tangguh:
Yang bisa kita pelajari dari aksi ini adalah kemampuan pesulap dalam mengontrol penonton, caranya menyapa, berbicara, menjelaskan rutin, dan memberikan instruksi pada penonton, semua dilakukan dengan sangat lancar, dengan nada yang ramah, sehingga penonton merasa senang dan tidak merasa "tertantang" atau "dibodohi" oleh si pesulap.


WHAAAAAATTTTTT...!!!?!?!??!?!?!?!??!?!?!?



Kata-Kata Kunci Hari Ini:

"Somebody... Shoot me in the head..!!!!"




1.7.15

Slow Down





Apa bedanya supir berpengalaman dengan yang baru bisa bawa mobil?

Sebuah mobil sedang mencoba menyalip mobil didepannya, tiba-tiba dari arah yang berlawanan muncul mobil lainnya. dan ini yang (mungkin) ada dipikiran mereka.

Yang baru bisa bawa mobil:
"Oopss.."
"AAhhh.."
BBAAMMMM...!!!

Supir berpengalaman:
"Hemm ada mobil di depan"
"Ngerem ato trus maju?"
"Kalo ngerem, bisa aja mobil yang disebelah ngerem juga"
"kalo terus maju, bisa aja mobil di sebelah tidak ngerem"
"Kelihatannya mobil di depan itu tidak terlalu laju"
"Aku masih bisa menyalip mobil disebelah"
"Oke, aku terus maju dan membunyikan klakson agar mobil disebelah memperlambat lajunya"
Penyalipan berlangsung dengan sukses.

Ilustrasi diatas menggambarkan suatu kejadian dimana kita harus mengambil satu keputusan dengan cepat dalam waktu yang cepat.
Yang baru bisa bawa mobil dalam waktu yang sangat sempit, katakanlah dalam 1 detik, tidak bisa berpikir panjang, sedangkan supir berpengalaman dengan waktu yang sama, mampu menganalisa dan mengambil keputusan. Dan ini yang membedakan.

Kita terjemahkan ke dalam sulap.

Pesulap adalah supir yang berpengalaman, sedangkan penonton adalah orang yang baru bisa bawa mobil.

Pesulap seringkali tidak menyadari kalau penontonnya sering tidak bisa mengikuti apa yang sedang terjadi.
Pesulap sudah terbiasa untuk menganalisa apapun yang dilihatnya dan pesulap dengan mudahnya mengerti apa yang sedang terjadi ketika melihat sebuah rutin.
Tapi penonton tidak memiliki kemampuan seperti halnya pesulap, penonton membutuhkan waktu lebih lama untuk menyerap apa yang dilihatnya.


- Kartu dimasukan ketengah, naik keatas. "Tadi kartunya memang ditengah ya?"
- Koin berpindah dari tangan kanan ke tangan kiri. "Tadi koinnya di kanan apa di kiri ya?"

Dan efek yang ingin diberikan ke penonton tidak tersampaikan dengan sukses.



Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Ga usah buru-buru bang... pelan-pelan saja, biar ga sakit.." Kata si cewe ke cowonya.







30.6.15

Move, Move, Move....




Haruskah mempelajari semua move-move yang ada di sulap.
Apakah semua move-move tersebut bakal digunakan?

Ada banyak cara palming koin, dan yang selalu aku lakukan adalah classic palm. So buat apa aku mempelajari semua metode palming yang aku tau? (btw, sambil ngetik ini aku lagi palming koin).

Kita ambil contoh lain, Linking Ring.
Ada banyak move untuk link dan unlink ring, dan kita mempelajari semuanya, kita menguasai semua, tapi haruskah melakukan semuanya dalam satu rutin?


Pernahkah anda membayangkan apa yang ada di pikiran penonton saat melihat rutin Linking Ring?

Ketika pertama kali penonton melihat sebuah ring menembus ring lainnya ; "WOW!"
Kedua kali ; "KEREN..!"
Ketiga kali ; "HHmmm, oke...."
Keempat kali ; "........"
Kelima kali ; (pegang HP atau ngobrol dengan temannya).



Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Jangan tanya seberapa hebat sulapmu, tapi tanyalah seberapa sering kau kehilangan penonton"






29.6.15

H.O.T



Di post Tiga Saklar aku memberikan teka teki, dan ini solusinya.

Pertama, kita buat pertanyaannya menjadi sederhana.
Jika hanya ada dua saklar, teka teki ini tidak sulit. Saklar 1 pada posisi On dan saklar 2 pada posisi Off, dengan kombinasi ini kemudian kita pergi ke ruang B, jika lampu menyala, berarti saklar yang benar adalah 1, dan jika lampu mati, maka yang benar adalah saklar 2.
Soal ini menjadi susah ketika ada 3 saklar. Apa saja kemungkinan kombinasi saklar itu?
1. Semua saklar pada posisi on, atau semua saklar pada posisi off
2. Satu saklar pada posisi on, dan dua saklar pada posisi off.
3. Dua saklar pada posisi on dan satu saklar pada posisi off.
Dengan kombinasi diatas, tidak ada yang bisa memberikan solusi, karena tidak ada cara untuk mebedakan dua saklar yang posisinya sama.  contoh; Bila dua saklar pada posisi on kemudian kita pergi ke ruang B, dan lampu menyala, kita masih tidak bisa menentukan saklar mana yang terhubung ke lampu.
Jadi kesimpulannya, tidak akan ada solusi kalau kita hanya mengandalkan pada posisi saklar. Kita butuh informasi yang lain di luar saklar untuk menentukan saklar mana yang tepat.
Dan informasi yang kita butuhkan untuk memecahkan teka teki ini berasal dari lampu itu sendiri.
Apa informasi yang bisa di berikan oleh lampu ??
Kita stop dulu pembahasan teka-tekinya, kita kembali ke sulap.
Seperti disinggung di Magic VS Mentalism, tidak ada yang namanya magic, Tidak mungkin dari dalam topi kosong keluar kelinci, dan ketika penonton melihat kelinci keluar dari topi kosong, maka segera mereka mencari solusi, tentunya solusi yang didapat berdasarkan pada informasi yang diterimanya selama menyaksikan sulapan. Dan seringkali solusi yang didapat penonton adalah solusi yang tepat.
Kenapa hal ini bisa terjadi?
Karena pesulap gagal menjauhkan penonton dari solusi yang sebenarnya. 
Kembali ke teka-teki. Kita menganggap teka teki ini menjadi sulit karena ada penambahan jumlah saklar. dan menjadi lebih sulit lagi ketika kita di beri informasi "anda bebas mencoba saklar sebanyak yang anda mau". Kalimat ini akan mengarahkan pembaca untuk berpikir bahwa solusi dari teka teki bergantung pada saklar, dan tentunya akan membawa pembaca menjauh dari solusi yang sebenarnya.
Apa yang terjadi kalau lampu dinyalakan??


H.O.T..!!!!!


Yupp.... Ketika lampu dinyalakan, maka lampu itu akan menjadi panas.
Inilah informasi yang berguna untuk memecahkan teka teki ini.
dan ini solusinya:
1. Atur saklar 1 dan saklar 2 pada posisi on
2. Setelah beberapa saat, atur saklar 2 pada posisi off
3. Masuk keruang B dan lihat lampunya. Jika lampu menyala, maka sudah pasti jawabannya adalah Saklar 1, jika lampu mati, maka ada 2 kemungkinan, antara saklar 2 atau saklar 3. Disinilah panas tadi berperan, ketika lampu itu anda sentuh dan lampu itu panas, maka jawabannya adalah saklar 2, dan jika lampu itu dingin, maka jawabannya adalah saklar 3.
4. SOLVED!!

Dalam merancang sebuah rutin, tatalah rutin tersebut sehingga apapun yang dilakukan akan membawa penonton kearah yang salah.

Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Ini Bukan Tentang Misdirection, Ini Tentang Mislead"