Showing posts with label theory. Show all posts
Showing posts with label theory. Show all posts

12.7.15

The Problem With Magic Part 1











Hubungkan titik-titik diatas hingga menjadi sebuah gambar, gambar apakah itu? 

Buat anak seumuran 10 tahun kebawah, permainan ini sangat mengasikan. Mereka akan menghubungkan titik-titik itu untuk mengetahui gambar apa yang akan terbentuk. Tapi buat anda pembaca artikel ini, masih perlukah anda menghubungkan titik-titik itu untuk mengetahui apa gambar diatas? Pasti tidak.

Tidakkah anda bertanya kenapa anda bisa melakukannya, sedangkan anak kecil tidak?


Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Kau Pikir Penontonmu Bodoh"




9.7.15

Magic VS Mentalism Finale





*Foto ini adalah jawaban untuk kata-kata kunci hari ini




Sebelumnya kita sudah sedikit membahas apa yang membedakan  Magic dan Mentalism, selanjutnya memunculkan pertanyaan 
Kenapa harus dibedakan? 
Apakah mentalisme bukan bagian dari sulap? 
Apa hasilnya membedakan sulap dan mentalisme?

Mari kita analogikan dengan musik (I really hate to do this!)

Biola dan gitar adalah instrumen musik artinya kedua instrumen ini berhubungan. Biola dan gitar adalah instrumen musik bersenar yaitu suara yang dikeluarkan bersumber dari senar , tapi kedua instrumen ini berbeda satu dengan lainnya. Biola mengeluarkan suara dengan cara digesek sedangkan gitar mengeluarkan suara dengan dipetik. (jangan ngeyel bilang biola juga bisa di petik!)
Biola dan gitar memiliki karakteristik masing-masing tapi tidak ada yang superior satu sama lainnya.

Begitu juga dengan sulap dan mentalisme, meskipun metode (senar) dan efek yang ditampilkan (suara) sama tapi pembedanya adalah pada cara membawakannya atau presentasi (petik atau gesek). Sulap dan mentalisme memiliki karakteristik masing-masing dan tidak ada yang superior satu dengan lainnya.

Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan sulap dan mentalis memperlihatkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin tapi mentalisme juga memberikan sesuatu yang dibutuhkan, diinginkan oleh penonoton dan menyentuh emosi penonton, tapi bukankah pesulap juga banyak yang memainkan rutin dengan thema mental? Bukankah David Copperfield pada permainan Graffiti Wall memperlihatkan kemampuannya dalam memprediksi sesuatu yang akan terjadi? Apakah ini bukan mentalisme?

Itulah alasan mengapa sulap dan mentalisme harus dibedakan. Dengan pembedaan ini akan merubah mindset dari pelaku ketika merancang rutinnya.

Kalau yang ingin ditampilkan adalah mentalism maka penampilnya haruslah seorang mentalis, kalau yang ditampilkan adalah sulap mental maka penampilnya adalah pesulap. Karena sehebat apapun seorang pesulap ketika menampilkan efek mental penerimaan penonton akan tetap sebagai sulap mental dan bukan mentalisme.

"Kenapa sih setiap PDJYICMBTN  selesai menjelaskan malah berujung menimbulkan pertanyaan baru..??"

"Apa pertanyaan barunya?"

"Apa bedanya pesulap dan mentalis?? Pasti jawabannya to be continued..."

"Ya ga to be continued dong,  Ga baca judul artikel ini...? it's FINALE..!! Jawabannya ada di bawah.."






Kata Kata Kunci Hari Ini:
TTCIM, Vol IV
The Tarbell Course in Magic, Volume IV.



8.7.15

Magic VS Mentalism S02E03








Bagaimana?
Apakah sudah setuju dengan pendapatku sehubungan dengan video yang ada di artikel Magic VS Mentalism S02E02 ?

Membuka Facebook, Path, Instagram, Messaging, Browsing, sharing foto adalah kegiatan sehari-hari pengguna smartphone, tapi iPhone menunjukan kepada kita sesuatu yang lebih, sesuatu yang lebih bermakna. 
Pernahkah terpikir oleh kita si bisu bisa berkomunikasi lewat handphone?
Pernahkah terpikir oleh kita si buta bisa berkomunikasi lewat SMS?
Pernahkah terpikir oleh kita si jauh bisa berkomunikasi seakan-akan dekat?
Ketika kita menyaksikan cuplikan-cuplikan iklan iPhone, kita memposisikan diri sebagai si bisu, si buta, dan si jauh, sehingga pesan yang disampaikan dengan cepat akan terserap. Dan ini yang menyentuh emosi kita dan memberi inspirasi, dan akhirnya menimbulkan keinginan untuk memiliki iPhone, karena iPhone telah memberi arti pada hidup seseorang dan mungkin saja masih banyak yang bisa kita lakukan dengan iPhone tersebut. Bandingkan dengan Samsung yang hanya menunjukan kelebihan smartphone-nya tapi semua kelebihan itu hanya berguna untuk membuat orang lain kagum dengan kata lain show off. Apakah ini menyentuh emosi kita? I don't think so.




"PLIIIISSSSSSSSS DEHHHHH.....!!!!!! SULAPNYA MANAAAAAAAA!!!!!!"


Okeeeeee kembali ke sulap..

Pada artikel pertama Magic VS Mentalism S02E01 diberikan contoh seorang pesulap mengeluarkan kelinci dari dalam topi yang kosong. Mungkin yang dilihat oleh penonton adalah pesulap itu sedang mempertunjukan suatu kekuatan supranatural, kekuatan yang bisa menyebabkan sesuatu dari tiada menjadi ada. Contoh kedua adalah seorang mentalis sedang memprediksi sesuatu yang akan terjadi, dan prediksinya benar. Mungkin yang dilihat oleh penonton adalah mentalis itu sedang mempertunjukan suatu kekuatan supranatural, kekuatan untuk mengetahui apa yang akan terjadi.

Pertanyaannya, manakah dari kedua trik itu yang menyentuh emosi anda?

Seperti halnya dengan contoh smartphone diatas, Di benak penonton, dia akan menghitung segala keuntungan yang akan dia peroleh jika dia memiliki kemampuan untuk bisa melihat apa yang akan terjadi. Dibandingkan ketika penonton melihat seekor kelinci keluar dari topi kosong, sebuah kemampuan yang mungkin menjadi prioritas terakhir dalam hidupnya.

Sulap dan mentalisme sama-sama memperlihatkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, tapi mentalisme juga memberikan sesuatu yang dibutuhkan, diinginkan oleh penontonnya. Dan itulah yang menyentuh emosi penontonnya.

Karena pada dasarnya efek dari mentalisme adalah sesuatu yang dibutuhkan, mentalisme (bila disajikan dengan baik) akan selalu berhasil menggugah keinginan penonton, menyentuh emosi penonton. Tapi tidak banyak yang mengetahui hal ini, sehingga pada akhirnya ketika yang ingin di tampilkan adalah mentalism malah hanya berakhir pada mental magic.





 To be continued..


Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Emotion is the secret language of the brain… yang diatas itu foto siapa? "



7.7.15

Magic VS Mentalism S02E02




Pembahasan di post Magic VS Mentalism S02E01 ternyata mengundang banyak pertanyaan. 
Ternyata masih banyak yang belum mengerti dimana perbedaan Sulap dan Mentalisme.

Sebelum dilanjutkan, alangkah baiknya anda menonton video berikut ini.




(kalo tidak bisa melihat videonya klik disini)


Video diatas adalah cuplikan-cuplikan dari iklan dua Smartphone yang selalu bersaing di pasaran, iPhone dan Samsung.

Dibagian pertama adalah cuplikan-cuplikan dari iklan iPhone,

  1. Cuplikan pertama, seorang wanita sedang membaca, dan kita tahu wanita ini tidak bisa melihat alias buta, kemudian kita melihat ada SMS masuk dan dengan pintarnya iPhone membacakan SMS tersebut, dan wanita buta ini membalas SMS tersebut. 
  2. Cuplikan kedua, kita menyaksikan seorang istri yang sedang hamil sedang melakukan video call dengan suaminya yang berada jauh darinya karena sedang menjalankan tugas militer, dan kita bisa melihat wajah bahagia dari sang suami.
  3. Cuplikan ketiga, masih tentang sepasang kekasih yang sedang melakukan video call, dan kita lihat mereka menggunakan bahasa isyarat dalam berkomunikasi, ntah si cowo yang bisu, ntah si cewe, atau mungkin kedua orang ini bisu. tapi yang jelas mereka mengakhiri percakapan mereka dengan raut wajah bahagia.


Dibagian kedua adalah cuplikan-cuplikan dari iklan Samsung

  1. Cuplikan pertama, seorang pemuda menerima panggilan di handphone-nya, sementara kedua tangannya belepotan makanan, tapi ini tidak menghalangi si pemuda untuk menjawab panggilan tersebut, hanya dengan melambaikan tangannya di atas handphone itu, dia sudah bisa menjawab panggilan tersebut, dan ini membuat orang disekitarnya kagum. 
  2. Cuplikan kedua, seorang wanita sedang mengambil foto, setelah selesai si wanita bertanya ke temannya, apakah temannya mau foto yang baru di ambil itu. Hanya dengan mendekatkan kedua handphone mereka, secara otomatis foto itu sudah terkirim ke handphone teman si wanita itu, dan ini membuat orang disekitarnya kagum. 
  3. Cuplikan ketika, diperlihatkan kekaguman seorang wanita pada hasil foto yang terdapat di handphone-nya, karena handphone tersebut mampu menampilkan beberapa sekuens dalam satu frame.


Sekilas, dari kedua iklan diatas sudah jelas pemenangnya adalah Samsung, karena kita tahu dengan Samsung kita juga dapat melakukan apa yang dilakukan oleh pengguna iPhone, sedangkan pengguna iPhone tidak bisa melakukan apa yang bisa dilakukan oleh pengguna Samsung. 
Tapi kalau mau jujur, setelah melihat iklan ini tidak bakal ada yang memilih untuk membeli Samsung. 
Setuju...???


Setuju atau tidak, ini penjelasannya kenapa kesimpulanku begitu.

Sewaktu melihat iklan iPhone.
Tidakkah emosi anda tergugah ketika melihat orang buta bisa SMS?
Tidakkah emosi anda tergugah ketika melihat orang bisu bisa berkomuniksi lewat handphone?
Tidakkah emosi anda tergugah ketika melihat seorang suami masih bisa melihat perkembangan jabang bayinya secara langsung meskipun dia jauh?
Sempatkah terlintas kalimat, "So Sweet....." atau sejenisnya di benak anda?

Sewaktu melihat iklan Samsung.
Tergugahkah emosi anda ketika melihat percakapan di handphone di dengar banyak orang?
Tergugahkah emosi anda ketika melihat share foto hanya dengan menempelkan dua handphone? 
Tergugahkah emosi anda ketika melihat hasil foto dengan banyak sekuens dalam satu frame? 


Terserah mau setuju atau tidak dengan pendapatku diatas, mungkin saja pendapatku ini bias karena aku adalah pengguna iPhone, tapi yang jelas kalau tidak setuju, berarti anda tidak punya empati.


"OKEEEEEEHH.....!!!!! Terus hubungannya dengan Sulap dan Mentalisme apaaaaaaahhh....?????"















To be continued....



Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Kenapa pake iPhone sedangkan banyak smartphone lain yang lebih keren fiturnya?" tanya mereka.
"Karena iPhone mahal" Jawabku.














4.7.15

SEMPLENG !






Tranksrip adegan ketika seorang pesulap tangguh bermain sulap.
Biru = Pesulap
Orange = Penonton

Setelah berbasa-basi.

Yak kali ini kita main sulap, tapi main sulapnya berhubungan dengan koin

(Pesulap menunjukan 3 buah koin di tangan kiri)
Nnaahh ni, disini gw punya koin seribu sama koin berapa nii? *500, 500 
Yaaa.. kalo dijumlahin jadi berapa nih? *2000
Kalo satu diilangin jadi?
(penonton yang diajak ngomong terlihat bingung)
Waahh ribet dia ya….
Saya main sama yang ini deh, siapa namanya tadi? *sinta
Sebelumnya kita sudah pernah kenal? *belum
Tadi doang ya pas pas salaman pertama.. *iya
Nnaahh gini…. tugas Sinta gampang niih..
Tanda tangan di koin seribuan
….
(koin ditanda tangani oleh Sinta)
…..
Oke udah tanda tangan yaa….
Sekarang kalo misalnya koin seribunya kita taruh sini (koin ditaruh di telapak tangan kiri)  jumlahnya jadi? *2000
Mungkin ga koinnya ilang? *ga
Liat ni ilang… (satu koin 500 ditutup dengan tangan kanan)…. ilang kan 500nya? *jjjaaahhhh…
Heheheheheh… ga.. jadi sulapnya bukan itu… jadi sulapnya gini…
500nya kita tumpuk disini, 500nya kita ambil.. (satu koin 500 diambil dengan tangan kanan)
Liat yaa.. kita tumpuk (tangan kiri di kepal) jadi disini adanya? *1500
(kepalan tangan kiri diputar menghadap ke bawah).. 
Sekarang 500nya kita masukin kedalam..yaa……
…..
(koin 500 ditangan kanan dimasukan kedalam kepalan tangan kiri)
…..
Nah sekarang… kalo misalnya kita giniin (terlihat seolah-olah pesulap mengambil koin di tangan kiri dengan diam-diam, kemudian kedua tangan di kepal) 
…. 
Disini hilang duitnya niii…(sambil menunjuk ke tangan kiri)  tinggal ? *…. …. (penonton tidak menjawab)
500, kalo tinggal 500 berarti? *…. ….(penonton tidak menjawab)
1500nya ilang (kepalan tangan kiri dibuka, terlihat satu koin 500) *Wah
Keren ga? *keren (penonton bertepuk tangan)
1500nya sebenarnya ada disini…(menunjukan kepalan tangan kanan) *jjahhhh
Coba liat kesini… (kepalan tangan kanan dibuka, dan kosong) *trus mana koinnya??
Sebenarnya koin nya ada disini… (setelah melakukan gerakan seolah-olah mengambil koin dari udara, koin 500 dimunculkan dari bawah armband di lengan kanan pesulap) *wwiissh… (penonton bertepuk tangan)
Nah sekarang tinggal 1000annya ? coba buka restleting… *hahahaha (penonton tertawa)
Ga..1000annya kira-kira ada dimana ya..??
Tadi yang tanda tangan siapa? *sinta
Sekarang.. sinta kalau misalnya disuruh milih…  tangan kanan atau tangan kiri? *kanan
Tangan kanan ? *iya
Coba... di saku kanannya ada apa? *iihhhh …!! (Sinta kaget, kemudian Sinta mengeluarkan koin dari saku celananya)

Dan semua penonton berTEPUK TANGANNNNNN….

WHAT THE FUCK...!!!!!

Dan ini komentar dari pengamat sulap tangguh:
Yang bisa kita pelajari dari aksi ini adalah kemampuan pesulap dalam mengontrol penonton, caranya menyapa, berbicara, menjelaskan rutin, dan memberikan instruksi pada penonton, semua dilakukan dengan sangat lancar, dengan nada yang ramah, sehingga penonton merasa senang dan tidak merasa "tertantang" atau "dibodohi" oleh si pesulap.


WHAAAAAATTTTTT...!!!?!?!??!?!?!?!??!?!?!?



Kata-Kata Kunci Hari Ini:

"Somebody... Shoot me in the head..!!!!"




1.7.15

Slow Down





Apa bedanya supir berpengalaman dengan yang baru bisa bawa mobil?

Sebuah mobil sedang mencoba menyalip mobil didepannya, tiba-tiba dari arah yang berlawanan muncul mobil lainnya. dan ini yang (mungkin) ada dipikiran mereka.

Yang baru bisa bawa mobil:
"Oopss.."
"AAhhh.."
BBAAMMMM...!!!

Supir berpengalaman:
"Hemm ada mobil di depan"
"Ngerem ato trus maju?"
"Kalo ngerem, bisa aja mobil yang disebelah ngerem juga"
"kalo terus maju, bisa aja mobil di sebelah tidak ngerem"
"Kelihatannya mobil di depan itu tidak terlalu laju"
"Aku masih bisa menyalip mobil disebelah"
"Oke, aku terus maju dan membunyikan klakson agar mobil disebelah memperlambat lajunya"
Penyalipan berlangsung dengan sukses.

Ilustrasi diatas menggambarkan suatu kejadian dimana kita harus mengambil satu keputusan dengan cepat dalam waktu yang cepat.
Yang baru bisa bawa mobil dalam waktu yang sangat sempit, katakanlah dalam 1 detik, tidak bisa berpikir panjang, sedangkan supir berpengalaman dengan waktu yang sama, mampu menganalisa dan mengambil keputusan. Dan ini yang membedakan.

Kita terjemahkan ke dalam sulap.

Pesulap adalah supir yang berpengalaman, sedangkan penonton adalah orang yang baru bisa bawa mobil.

Pesulap seringkali tidak menyadari kalau penontonnya sering tidak bisa mengikuti apa yang sedang terjadi.
Pesulap sudah terbiasa untuk menganalisa apapun yang dilihatnya dan pesulap dengan mudahnya mengerti apa yang sedang terjadi ketika melihat sebuah rutin.
Tapi penonton tidak memiliki kemampuan seperti halnya pesulap, penonton membutuhkan waktu lebih lama untuk menyerap apa yang dilihatnya.


- Kartu dimasukan ketengah, naik keatas. "Tadi kartunya memang ditengah ya?"
- Koin berpindah dari tangan kanan ke tangan kiri. "Tadi koinnya di kanan apa di kiri ya?"

Dan efek yang ingin diberikan ke penonton tidak tersampaikan dengan sukses.



Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Ga usah buru-buru bang... pelan-pelan saja, biar ga sakit.." Kata si cewe ke cowonya.







30.6.15

Move, Move, Move....




Haruskah mempelajari semua move-move yang ada di sulap.
Apakah semua move-move tersebut bakal digunakan?

Ada banyak cara palming koin, dan yang selalu aku lakukan adalah classic palm. So buat apa aku mempelajari semua metode palming yang aku tau? (btw, sambil ngetik ini aku lagi palming koin).

Kita ambil contoh lain, Linking Ring.
Ada banyak move untuk link dan unlink ring, dan kita mempelajari semuanya, kita menguasai semua, tapi haruskah melakukan semuanya dalam satu rutin?


Pernahkah anda membayangkan apa yang ada di pikiran penonton saat melihat rutin Linking Ring?

Ketika pertama kali penonton melihat sebuah ring menembus ring lainnya ; "WOW!"
Kedua kali ; "KEREN..!"
Ketiga kali ; "HHmmm, oke...."
Keempat kali ; "........"
Kelima kali ; (pegang HP atau ngobrol dengan temannya).



Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Jangan tanya seberapa hebat sulapmu, tapi tanyalah seberapa sering kau kehilangan penonton"






29.6.15

H.O.T



Di post Tiga Saklar aku memberikan teka teki, dan ini solusinya.

Pertama, kita buat pertanyaannya menjadi sederhana.
Jika hanya ada dua saklar, teka teki ini tidak sulit. Saklar 1 pada posisi On dan saklar 2 pada posisi Off, dengan kombinasi ini kemudian kita pergi ke ruang B, jika lampu menyala, berarti saklar yang benar adalah 1, dan jika lampu mati, maka yang benar adalah saklar 2.
Soal ini menjadi susah ketika ada 3 saklar. Apa saja kemungkinan kombinasi saklar itu?
1. Semua saklar pada posisi on, atau semua saklar pada posisi off
2. Satu saklar pada posisi on, dan dua saklar pada posisi off.
3. Dua saklar pada posisi on dan satu saklar pada posisi off.
Dengan kombinasi diatas, tidak ada yang bisa memberikan solusi, karena tidak ada cara untuk mebedakan dua saklar yang posisinya sama.  contoh; Bila dua saklar pada posisi on kemudian kita pergi ke ruang B, dan lampu menyala, kita masih tidak bisa menentukan saklar mana yang terhubung ke lampu.
Jadi kesimpulannya, tidak akan ada solusi kalau kita hanya mengandalkan pada posisi saklar. Kita butuh informasi yang lain di luar saklar untuk menentukan saklar mana yang tepat.
Dan informasi yang kita butuhkan untuk memecahkan teka teki ini berasal dari lampu itu sendiri.
Apa informasi yang bisa di berikan oleh lampu ??
Kita stop dulu pembahasan teka-tekinya, kita kembali ke sulap.
Seperti disinggung di Magic VS Mentalism, tidak ada yang namanya magic, Tidak mungkin dari dalam topi kosong keluar kelinci, dan ketika penonton melihat kelinci keluar dari topi kosong, maka segera mereka mencari solusi, tentunya solusi yang didapat berdasarkan pada informasi yang diterimanya selama menyaksikan sulapan. Dan seringkali solusi yang didapat penonton adalah solusi yang tepat.
Kenapa hal ini bisa terjadi?
Karena pesulap gagal menjauhkan penonton dari solusi yang sebenarnya. 
Kembali ke teka-teki. Kita menganggap teka teki ini menjadi sulit karena ada penambahan jumlah saklar. dan menjadi lebih sulit lagi ketika kita di beri informasi "anda bebas mencoba saklar sebanyak yang anda mau". Kalimat ini akan mengarahkan pembaca untuk berpikir bahwa solusi dari teka teki bergantung pada saklar, dan tentunya akan membawa pembaca menjauh dari solusi yang sebenarnya.
Apa yang terjadi kalau lampu dinyalakan??


H.O.T..!!!!!


Yupp.... Ketika lampu dinyalakan, maka lampu itu akan menjadi panas.
Inilah informasi yang berguna untuk memecahkan teka teki ini.
dan ini solusinya:
1. Atur saklar 1 dan saklar 2 pada posisi on
2. Setelah beberapa saat, atur saklar 2 pada posisi off
3. Masuk keruang B dan lihat lampunya. Jika lampu menyala, maka sudah pasti jawabannya adalah Saklar 1, jika lampu mati, maka ada 2 kemungkinan, antara saklar 2 atau saklar 3. Disinilah panas tadi berperan, ketika lampu itu anda sentuh dan lampu itu panas, maka jawabannya adalah saklar 2, dan jika lampu itu dingin, maka jawabannya adalah saklar 3.
4. SOLVED!!

Dalam merancang sebuah rutin, tatalah rutin tersebut sehingga apapun yang dilakukan akan membawa penonton kearah yang salah.

Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Ini Bukan Tentang Misdirection, Ini Tentang Mislead"


26.6.15

Magic VS Mentalism S02E01



Mental Magic dan Mentalism adalah dua hal yang berbeda. Mental magic dilakukan oleh pesulap, mentalism di lakukan oleh mentalist.

Tidak ada yang namanya magic. Tidak mungkin dari dalam topi kosong keluar kelinci,  Pesulap hanya membuat seolah-olah kelinci keluar dari topi kosong. Tidak begitu dengan mentalism, bisa saja memang seseorang bisa melihat ke masa depan. Dengan mindset inilah, penerimaan penonton terhadap kedua hal ini juga akan total berbeda.

Tapi yang terjadi adalah, ketika seorang performer mengklaim diri sebagai mentalist, dan penerimaan penonton terhadapnya adalah penerimaan terhadap pesulap.


Ini terjadi karena performer tidak mengerti apa dan bagaimana mentalism itu.

So, kalau anda belum paham apa itu mentalism tidak pada tempatnya untuk mencampur-adukan magic dengan mentalism. Yang dimaksud dengan mencampur aduk disini adalah dengan mempresentasikan sulap seolah-olah itu adalah mentalism.

Seorang Mentalist bisa saja bermain magic, tapi tidak dalam satu rutin, contohnya Joseph Dunninger yang bermain linking ring sebagai pemanasan show-nya. Atau Deddy Corbuzier yang kadang-kadang bermain ilusi. Karena walaupun Deddy Corbuzier bermain ilusi tapi ketika dia kembali bermain mentalism  penonton akan tetap menerimanya sebagai mentalist (dengan dasar inilah aku sering mengatakan, satu-satunya mentalist di Indonesia adalah Deddy Corbuzier ini, selain itu hanya pesulap yang bermain mental magic).



Kata-Kata Kunci Hari Ini
"Kalau kau belum sehebat Deddy Corbuzier, Jangan coba-coba menyatukan Magic dan Mentalism"





24.6.15

Anak Kecil Tau Apa



Nyaris 2 tahun lalu, di topik Dalam Hidup Ini, aku membahas tentang pesulap-pesulap tangguh yang setiap menutup rutinnya dengan memberikan pesan-pesan.

Lebih kurang setahun setelahnya, muncul pertanyaan, 
"Bagaimana dengan sulap gospel? 
Bukankah gospel magic tujuannya memang membawa pesan-pesan?"

Yupp... Tepat sekali..!
Bagaimana dengan gospel magic? 
Ada yang bisa menjawab? 
Karena aku ga bisa jawab.....





Iissshhhh... 
Kaget ya waktu aku bilang aku ga bisa jawab?
Heheheheheheheh...
Mana mungkin PDJYICMBTN ga bisa jawab... (*buat yang belum tau, PDJYICMBTN adalah singkatan dari Pak Dokter Jonas Yang Imut Cetar Membahana Badai Terpampang Nyata).

Ini jawabannya.


Pertama.
Dalam sulap gospel, sulapan yang dimainkan adalah sulapan dengan alur cerita, sama halnya dengan Bizzare Magic. Alur cerita dalam sulap gospel ini dibuat berdasarkan pada ayat-ayat dalam kitab suci (Alkitab). Dan memang itu tugasnya mereka

Kedua.
Sulap gospel tujuannya menyampaikan pesan, dilakukan oleh pemuka agama yang nota bene sudah diakui kredibilitasnya


Ketiga.
Yang dibahas di postingan itu kan tentang seseorang yang berusia di bawah 20 tahun, yang belum jelas asal usulnya, yang belum kenal kerasnya kehidupan dan mencoba memberi motivasi. Sering dengar kan ungkapan "Anak kecil tau apa?!""

"Jadi, kalau main sulap, main sulap aja, ga usah pake pesan?"

Sulap memang bisa digunakan untuk menyampaikan pesan seperti sulap gospel diatas, atau seperti yang dilakukan oleh dokter Victor, beliau menggunakan sulap untuk menyampaikan pesan tentang bahayanya narkoba, sebagai Direktur Advokasi BNN, tentunya kredibilitas beliau sudah tidak diragukan lagi.

So, The Moral Of The Story adalah sebelum memcoba menyampaikan pesan atau  kalimat-kalimat motivasi, tanya dulu diri sendiri, "Sudah pantas ga aku memotivasi?" Kalau jawabannya "sudah",  maka sudah saatnya anda berhenti jadi pesulap, mungkin anda lebih cocok jadi Motivator yang menggunakan sulap sebagai media penyampai pesan.


Kata-Kata Kunci hari Ini.
"Kalau mau ngasi pesan, lewat WA, BBM, Line, BeeTAlk, KIK, FB Messenger, dll aja."





22.6.15

Fearless




Sudah pernah lihat film Jet Li "Fearless"?
Sebenarnya aku ga suka Jet Li, tapi ada quote bagus dari film itu yang menarik untuk dibahas...

"When you are down there you are merely watching, but up here... it is life or death."

terjemahan bebas :
"Ketika kau dibawah, kau cuman nonton, tapi buat kami yang diatas, 
ini adalah masalah hidup atau mati"


Oke.. kita mulai pembahasannya dengan melihat sejarah perkembangan Sulap di TV

Tahun 60an era Mark Wilson dan Doug Henning (Stage Magic)
Tahun 70an era Doug Henning dan David Copperfield (Stage Magic)
Tahun 80an era David Copperfield (Stage Magic)
Tahun 90an World's Greatest Magic, Lance Burton, Ruby Coby, dll.... (masih Stage Magic)

Akhir 90an adalah era kebangkitan Street Magic
Dan di awal 2000an, seorang pesulap gondrong (waktu itu) berkata "Aku juga mau kebagian duit dari street magic..!!!" *mudah-mudahan pesulap gondrong ini cepat masuk neraka..!!

Dan sejak itu....*kesah*
Inilah jenis sulap yang memberi pengaruh pada pesulap-pesulap tangguh sekarang ini.
Pesulap-pesulap tangguh merasa sulap terbaik itu adalah sulap yang dilakukan dengan menggunakan T-Shirt, langsung didepan penonton, dan berkata "Waaaaaatch...!"

Apa hubungannya dengan quote diatas?

Karena quote itu sangat berlaku juga di dunia sulap.
Ketika kita menonton pertunjukan sulap, kita hanya menonton dan menikmati, tanpa ada konsekuensi. Tapi ketika kita yang berada diatas panggung sebagai performer, lain ceritanya..

Apapun bisa terjadi yang bisa memberikan konsekuensi bermacam-macam, mulai dari malu sampai harus membayar kembali EO kita, dan mungkin bisa berakibat matinya karir.

Ketika bermain sulap berhadapan langsung dengan penonton (close up), pesulap dan penontonnya berada pada level yang sama, sehingga beban pun akan semakin berkurang. Ketika beban sudah berkurang otomatis pesulap akan lebih relaks, tanpa rasa takut, dan sulapnya menjadi lancar tanpa kendala.

Masalah??

Ga juga sih, paling karena pesulap-pesulap tangguh ini terpengaruh dengan gaya street magic itu, mereka bakal kehilangan kemampuan merasakan irama dan nuansa sulap panggung. Lihat aja bagaimana pesulap sekarang ini. Kacrut semua kan? Jadi ya ga masalah.


Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Tidak Selamanya Tidak Punya Beban Itu Baik"







21.6.15

Flash Effect




Foto diatas diambil dari sebuah trik komersil dari seorang pesulap prancis. silahkan googling di yahoo  (*bukan typo) kalo mau tau.
Trik ini sering digolongkan ke dalam Flash Effect
Efeknya seperti foto diatas, satu pak kartu bisa terlihat melayang hanya dengan bertumpu pada satu sisi. Kalo disalah satu situs penjualnya, di sebutkan seperti ini:

The Ultimate Suspension Deck!
This fantastic effect allows you to astound audiences by performing impossible deck suspensions. The effect includes all props necessary, and an instructional CD-ROM.
- Easy to Perform
- Easy to Carry
- Can be performed with a borrowed deck!!



OOOoooooo.... blog ini udah mulai jualan???

TIDAAAAKKKK....! meskipun aku punya toko sulap MAGICOUNTER, tapi yang ini tidak ada niat jualan.

Maksudnya begini, begitu trik diatas sampai ketangan pesulap, maka trik itu akan dimainkan sebagai trik utama, dan  bila dijadikan sebagai trik utama biasanya dimainkan seperti ini:

Contoh:
"Oke......, Disini saya memiliki satu pak kartu milik penonton yang saya pinjam, dan dengan satu pak kartu ini saya akan menunjukan bahwa kartu ini bisa melawan grafitasi, bla bla bla bla.........."

Bisa begitu, sesimpel itu, dan selesai.
Dan aku yakin semua pesulap tangguh akan memainkannya seperti itu.

Banyak trik-trik komersil yang dijual di toko sulap yang sejenis ini. dan selalu aku lihat dimainkan sebagai efek utama.

Memangnya mau di gimanain lagi..? 

Contoh:
Sekarang bayangkan, anda mengeluarkan satu pak kartu dari kotaknya, sebelum pak kartu itu benar-benar keluar, anda menaruhnya seperti posisi pada foto diatas, setelah itu anda keluarkan semua, pak kartu hanya bertumpu pada jari anda, sedangkan tangan anda yang satunya memasukan kotak kosong ke dalam saku. setelah itu anda memainkan rutin kartu  dengan pak kartu itu.

Apa bedanya ??

Bedanya adalah, pada contoh terakhir, trik ini bukan sebagai trik utama tapi digunakan sebagai indikator atensi penonton anda. Kalau pada saat anda melakukan contoh kedua ini dan semua penonton anda melihatnya, dapat dipastikan mereka akan memberikan atensi penuh pada trik utama anda.

Jadi trik ini aku beli hanya untuk menarik atensi..??

Kan udah dibilang, Contooohh.... ya terserah aja...

Tapi kalau mau ikut ya bagus, liat kata kunci hari ini...,


Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Di MAGICOUNTER SUN PLAZA banyak dijual trik-trik sejenis ini."
(*ini baru jualaannn...)




20.6.15

Batu Akik




Demam batu akik!!
Demam yang melanda sekitar satu tahun terakhir ini, demam yang membuat penderita demam ini berburu dan mengoleksi batu akik.

Dan tentu saja yang meraup keuntungan dari demam ini adalah para penjual dan pengrajin batu akik, konon katanya omset mereka ini bisa hingga puluhan bahkan ratusan juta. Harga batu akik sangat ditentukan oleh tingkat kelangkaan dan pola unik yang dimiliki oleh batu akik tersebut.

Kriteria lain dalam menentukan harga batu akik adalah, kadar mengkilapnya, semakin mengkilap dan bening batu akik tersebut, maka akan semakin meningkatkan harga dari batu cincin. dan ini sangat bergantung pada proses pengolahan batu akik itu.

Secara umum, proses pembuatan batu akik hanya beberapa tahap, dimulai dari tahap pemilihan batu, tahap pemotongan, tahap pemilihan motif. Dan setelah motif yang cocok didapatkan, maka dilanjutkan ke tahap pembentukan sehingga mendapatkan bentuk yang simetris dan rapi, setelah proses ini selesai, masuk ke tahap penghalusan, dimana pada tahap ini tujuannya adalah untuk menghilangkan baret-baret pada permukaan batu. 

Tahapan terakhir adalah tahap finishing atau pemolesan, pada tahap inilah dibutuhkan ketekunan yang tinggi, karena pada tahap inilah akan dihasilkan batu yang mengkilap.

Eniwei, badewe, baswei, ini blog tentang sulap kok jadi ngomongin batu akik? kena demam juga??

Ya ga lah...

Masih ingat pembahasan mengenai Practice vs Rehearsal ?
Sudahkah anda mengamalkannya dalam kehidupan sulap sehari-hari ?

Bila anda sudah mengamalkannya maka anda sudah berhak untuk masuk ke tahap selanjutnya yaitu: Pemolesan atau Polishing.

Tuuhh... nyambung kan? makanya jangan protes dulu...

Pada tahap pemolesan ini, yang harus di tanyakan pada diri sendiri adalah "Why do I do this way? Apakah yang ku lakukan ini sudah benar? dan itulah yang dipoles, itulah yang diasah hingga mengkilap, apakah dengan merubah sedikit move-nya atau menambah patter, atau dengan menambah detail. 

Menguasai sebuah move hanya sebagian kecil dari sebuah sulapan. Jika anda melihat pesulap melakukan yang anda lakukan dengan move yang sama, apakah move-nya bisa menipu anda? jika tidak, apa yang salah? apa yang kurang? jujurlah pada diri sendiri. Apakah cara berdiri anda? apakah cara duduk anda? Perhatikan setiap detail, dan Poleslah

Practice & Rehearse menghilangkan baret-baret pada move yang kita lakukan.
Polishing akan membuat move menjadi masterpiece


Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Semakin Mengkilap, Semakin Mahal Harganya"