16.7.15

Season Finale





Pesulap bisa menjadi kritikus terhebat kalau berbicara mengenai pertunjukan sulap pesulap lain, itu baru pesulap, bisa bayangkan bagaimana kalau yang menjadi kritikus adalah seorang konsultan sulap yang hebat seperti PDJYICMBTN.

Bila sulap dipandang sebagai sebuah seni, maka pesulap adalah seniman. Seniman sulap memandang dengan sulap dan dengan sulap menciptakan sesuatu yang mengekspresikan emosinya. Seniman sulap mengerti dan memahami apa artinya jika sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Dan dia akan menemukan jalan untuk membagi arti itu ke penontonnya sehingga penontonnya juga akan merasakan apa yang dirasakan oleh oleh seniman sulap itu.

Bergumul didunia sulap selama 31 tahun, dimana koin, telur, bola, kertas, tutup botol, pulpen, rokok, dll selalu berakhir di palming atau finger clip, telah membawa PDJYICMBTN pada titik  PDJYICMBTN tidak bisa tertipu lagi dengan trik apapun, PDJYICMBTN tahu apa dan bagaimana trik bekerja.

Ketika sulap sudah kehilangan magic-nya, ketika pesulap dan penonton adalah dua subjek yang tidak terkoneksi, ketika sulap di pakai sebagai ajang show off, ketika sulap bukan lagi menjadi jalan untuk membagi arti, sakitnya tuh disini.

Blog ini di buat untuk mengembalikan sulap ke jalan yang benar, untuk mengingatkan pesulap serbuk ajaib masih ada, untuk mengingatkan pesulap abracadara adalah mantera ajaib, untuk mengingatkan pesulap tongkat sulap adalah lambang kekuatan sulap.

Blog ini tidak bermaksud memancing adu argumentasi, I do what I write, I write what I do, kalau setuju, kerjakan, kalau tidak setuju ya jangan baca. Gitu aja!


Dan artikel ini mengakhiri season kedua.












1 comment:

Mauza PedasTV said...

Thx for all the thought you shared with us.
Some of us get insight,some of us feel insulted.
But in the end we all end up in a great feeling, being told how magic should be done.
Minal Aidin Walfaidzin.
See You Next Season pak.