13.7.15

The Problem With Magic Part 2

Dengan menghubungkan titik demi titik akan didapatkan sebuah gambar.

Kita manusia pada dasarnya adalah makhluk yang selalu berusaha memecahkan masalah dan ini sudah ada di dalam darah kita. Ini berlaku juga pada penonton sulap. "Tidak ada yang namanya magic. Tidak mungkin dari dalam topi kosong keluar kelinci. (Magic VS Mentalism S02E01). Tapi aku melihat  seekor kelinci keluar dari dalam topi kosong, bagaimana bisa?"


Ketika penonton melihat pesulap mengeluarkan kelinci dari sebuah topi kosong, setelah magic moment selesai, hal selanjutnya yang dilakukan penonton adalah merekap semua yang dilihatnya, menelaah kembali semua proses yang terjadi. Hal ini dilakukan hanya karena satu pikiran "Tidak ada yang namanya magic" karena yang dilihatnya adalah sesuatu yang tidak mungkin, maka penonton akan mencoba mencari solusi bagaimana kelinci itu bisa berada didalam topi yang sebelumnya terlihat kosong.

Penonton menghubungkan titik demi titik didalam kepalanya dan sebuah gambar akan menjadi jelas di benaknya dan berakhir pada kesimpulan: "TIPU..!!"

Seorang pesulap memunculkan kartu-kartu, memunculkan bola, memunculkan burung dari tangan kosong;

"Hhmmm.. Tadi ada momen aku tidak bisa melihat tangan kanan, dan sekarang dari tangan kanan muncul kartu, pasti tadi waktu tangan kanan tidak terlihat, disitulah si pesulap ini mengambil kartu itu; TIPU..!!"

"Hhhmm... Tadi aku melihat tangan kirinya terlihat aneh, dan sekarang dari tangan itu muncul bola, pasti dari tadi tangan kiri itu memegang bola itu; TIPU..!"

dst..

dst..

dst..


So apa yang bisa dilakukan?
Jawabannya simpel sekaligus menjadi......



Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Jangan memberi titik-titik kepada penontonmu"





12.7.15

The Problem With Magic Part 1











Hubungkan titik-titik diatas hingga menjadi sebuah gambar, gambar apakah itu? 

Buat anak seumuran 10 tahun kebawah, permainan ini sangat mengasikan. Mereka akan menghubungkan titik-titik itu untuk mengetahui gambar apa yang akan terbentuk. Tapi buat anda pembaca artikel ini, masih perlukah anda menghubungkan titik-titik itu untuk mengetahui apa gambar diatas? Pasti tidak.

Tidakkah anda bertanya kenapa anda bisa melakukannya, sedangkan anak kecil tidak?


Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Kau Pikir Penontonmu Bodoh"




11.7.15

Saya Dokter Jonas






"Apalah arti sebuah nama?"kata Shakespeare 





Dokter Jonas, apa yang terlintas di pikiran anda mendengar nama ini?
Kalau belum pernah dengar, ya ga ada. Tapi buat yang sudah pernah dengar pasti banyak yang terlintas.

Setiap kali anda mendengar nama Jonas, ingatan anda langsung mengarah ke Dokter Jonas. "Dokter Jonas" sudah menjadi satu kata yang tidak terpisahkan. 

Benar ??

Sekarang kita coba dengan nama berikut.

  • Copperfield
  • Blaine
  • Teller


Apa yang terlintas? Yang terlintas adalah:

  • David
  • David
  • Penn

Benar ??

David Copperfield terlahir dengan nama David Seth Kotkin.
David Blaine terlahir dengan nama David Blaine.
Penn & Teller terlahir dengan nama Penn Fraser Jillette dan Raymond Joseph Teller.

Dari beberapa nama diatas kita bisa lihat ada yang tetap memakai utuh nama aslinya, atau membuang sebagian nama aslinya, atau  nama asli dengan penambahan nama baru. 

Memiliki nama panggung (stage name) bisa diibaratkan dengan pisau, pisau memiliki sisi tumpul dan sisi tajam, begitu juga dengan nama panggung, kesan pertama yang diterima penonton anda adalah dari persona anda ketika di panggung, pemilihan nama yang tepat bisa menajamkan sosok anda tapi pemilihan nama yang salah misalnya, terlalu normal, malah akan menumpulkan persona anda.

Apapun cara dalam memilih nama panggung, sebaiknya pertama kali  didasari oleh karakter kita, karena dengan begitu nama panggung ini akan mencerminkan siapa kita dan bagaimana penonton kita harus menerima kita.

Dengan mengenali diri sendiri atau karakter yang kita sebagai performer, maka ide dalam pemilihan nama panggung bisa muncul dari mana saja.

Ada banyak cara dalam pemilihan nama panggung. Di Dokter Jonas terdapat 2 kata, Dokter dan Jonas, Nama asli Dokter Jonas adalah Jonas Ardianta, Dokter adalah gelar. Ehrich Weiss adalah nama asli Houdini, karena Ehrich Weiss ngefans dengan Robert Houdin, maka dia merubah namanya menjadi Houdini. (penambahan huruf "i" dikarenakan Ehrich Weiss mengira "i" itu artinya "seperti"). Copperfield adalah nama yang sudah dikenal di amerika, David Blaine beruntung memiliki nama yang tidak umum, begitu juga dengan Penn & Teller. 

Inspirasi bisa datang darimana saja, kalau anda memilih nama panggung yang unik, usahakan agar nama itu mudah di ingat. Copperfield, Blaine, Corbuzier, Penn & Teller, semuanya memiliki nama depan, tapi nama belakangnyalah yang menjual. 

"Apalah arti sebuah nama?" kata Shakespeare. 
"Apakah Mawar kehilangan keharumannya kalau namanya diganti menjadi Tai?" Kata Dokter Jonas.






 Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Nama panggung hanya tinggal nama panggung, kalau anda tidak tidak bisa mengharumkannya".





9.7.15

Magic VS Mentalism Finale





*Foto ini adalah jawaban untuk kata-kata kunci hari ini




Sebelumnya kita sudah sedikit membahas apa yang membedakan  Magic dan Mentalism, selanjutnya memunculkan pertanyaan 
Kenapa harus dibedakan? 
Apakah mentalisme bukan bagian dari sulap? 
Apa hasilnya membedakan sulap dan mentalisme?

Mari kita analogikan dengan musik (I really hate to do this!)

Biola dan gitar adalah instrumen musik artinya kedua instrumen ini berhubungan. Biola dan gitar adalah instrumen musik bersenar yaitu suara yang dikeluarkan bersumber dari senar , tapi kedua instrumen ini berbeda satu dengan lainnya. Biola mengeluarkan suara dengan cara digesek sedangkan gitar mengeluarkan suara dengan dipetik. (jangan ngeyel bilang biola juga bisa di petik!)
Biola dan gitar memiliki karakteristik masing-masing tapi tidak ada yang superior satu sama lainnya.

Begitu juga dengan sulap dan mentalisme, meskipun metode (senar) dan efek yang ditampilkan (suara) sama tapi pembedanya adalah pada cara membawakannya atau presentasi (petik atau gesek). Sulap dan mentalisme memiliki karakteristik masing-masing dan tidak ada yang superior satu dengan lainnya.

Pada artikel sebelumnya, telah dijelaskan sulap dan mentalis memperlihatkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin tapi mentalisme juga memberikan sesuatu yang dibutuhkan, diinginkan oleh penonoton dan menyentuh emosi penonton, tapi bukankah pesulap juga banyak yang memainkan rutin dengan thema mental? Bukankah David Copperfield pada permainan Graffiti Wall memperlihatkan kemampuannya dalam memprediksi sesuatu yang akan terjadi? Apakah ini bukan mentalisme?

Itulah alasan mengapa sulap dan mentalisme harus dibedakan. Dengan pembedaan ini akan merubah mindset dari pelaku ketika merancang rutinnya.

Kalau yang ingin ditampilkan adalah mentalism maka penampilnya haruslah seorang mentalis, kalau yang ditampilkan adalah sulap mental maka penampilnya adalah pesulap. Karena sehebat apapun seorang pesulap ketika menampilkan efek mental penerimaan penonton akan tetap sebagai sulap mental dan bukan mentalisme.

"Kenapa sih setiap PDJYICMBTN  selesai menjelaskan malah berujung menimbulkan pertanyaan baru..??"

"Apa pertanyaan barunya?"

"Apa bedanya pesulap dan mentalis?? Pasti jawabannya to be continued..."

"Ya ga to be continued dong,  Ga baca judul artikel ini...? it's FINALE..!! Jawabannya ada di bawah.."






Kata Kata Kunci Hari Ini:
TTCIM, Vol IV
The Tarbell Course in Magic, Volume IV.



8.7.15

Magic VS Mentalism S02E03








Bagaimana?
Apakah sudah setuju dengan pendapatku sehubungan dengan video yang ada di artikel Magic VS Mentalism S02E02 ?

Membuka Facebook, Path, Instagram, Messaging, Browsing, sharing foto adalah kegiatan sehari-hari pengguna smartphone, tapi iPhone menunjukan kepada kita sesuatu yang lebih, sesuatu yang lebih bermakna. 
Pernahkah terpikir oleh kita si bisu bisa berkomunikasi lewat handphone?
Pernahkah terpikir oleh kita si buta bisa berkomunikasi lewat SMS?
Pernahkah terpikir oleh kita si jauh bisa berkomunikasi seakan-akan dekat?
Ketika kita menyaksikan cuplikan-cuplikan iklan iPhone, kita memposisikan diri sebagai si bisu, si buta, dan si jauh, sehingga pesan yang disampaikan dengan cepat akan terserap. Dan ini yang menyentuh emosi kita dan memberi inspirasi, dan akhirnya menimbulkan keinginan untuk memiliki iPhone, karena iPhone telah memberi arti pada hidup seseorang dan mungkin saja masih banyak yang bisa kita lakukan dengan iPhone tersebut. Bandingkan dengan Samsung yang hanya menunjukan kelebihan smartphone-nya tapi semua kelebihan itu hanya berguna untuk membuat orang lain kagum dengan kata lain show off. Apakah ini menyentuh emosi kita? I don't think so.




"PLIIIISSSSSSSSS DEHHHHH.....!!!!!! SULAPNYA MANAAAAAAAA!!!!!!"


Okeeeeee kembali ke sulap..

Pada artikel pertama Magic VS Mentalism S02E01 diberikan contoh seorang pesulap mengeluarkan kelinci dari dalam topi yang kosong. Mungkin yang dilihat oleh penonton adalah pesulap itu sedang mempertunjukan suatu kekuatan supranatural, kekuatan yang bisa menyebabkan sesuatu dari tiada menjadi ada. Contoh kedua adalah seorang mentalis sedang memprediksi sesuatu yang akan terjadi, dan prediksinya benar. Mungkin yang dilihat oleh penonton adalah mentalis itu sedang mempertunjukan suatu kekuatan supranatural, kekuatan untuk mengetahui apa yang akan terjadi.

Pertanyaannya, manakah dari kedua trik itu yang menyentuh emosi anda?

Seperti halnya dengan contoh smartphone diatas, Di benak penonton, dia akan menghitung segala keuntungan yang akan dia peroleh jika dia memiliki kemampuan untuk bisa melihat apa yang akan terjadi. Dibandingkan ketika penonton melihat seekor kelinci keluar dari topi kosong, sebuah kemampuan yang mungkin menjadi prioritas terakhir dalam hidupnya.

Sulap dan mentalisme sama-sama memperlihatkan sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, tapi mentalisme juga memberikan sesuatu yang dibutuhkan, diinginkan oleh penontonnya. Dan itulah yang menyentuh emosi penontonnya.

Karena pada dasarnya efek dari mentalisme adalah sesuatu yang dibutuhkan, mentalisme (bila disajikan dengan baik) akan selalu berhasil menggugah keinginan penonton, menyentuh emosi penonton. Tapi tidak banyak yang mengetahui hal ini, sehingga pada akhirnya ketika yang ingin di tampilkan adalah mentalism malah hanya berakhir pada mental magic.





 To be continued..


Kata-Kata Kunci Hari Ini:
"Emotion is the secret language of the brain… yang diatas itu foto siapa? "